<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ppmiaceh's Blog</title>
	<atom:link href="http://ppmiaceh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ppmiaceh.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Aug 2009 20:39:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ppmiaceh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ppmiaceh's Blog</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ppmiaceh.wordpress.com/osd.xml" title="Ppmiaceh&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ppmiaceh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CATATAN SEBELUM SEKOLAH DIMULAI</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/catatan-sebelum-sekolah-dimulai/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/catatan-sebelum-sekolah-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 20:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[CATATAN SEBELUM SEKOLAH DIMULAI (untukFandy Ahmad Sekjend Nasional PPMI &#38;  Jumaely Achmad mantan Sekjend PPMI DK Mataram) Dari mana aku harus mulai mengatakannya, apakah dari sebuah bandara dimana pesawat lion air mendarat jam 23:12 WIB dikota Kendari, atau dari dua orang anak manusia yang belum pernah ku kenal menjemput kami dengan sepeda motornya lalu membawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=36&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">CATATAN SEBELUM SEKOLAH DIMULAI</p>
<p align="center">(untukFandy Ahmad Sekjend Nasional PPMI &amp;  Jumaely Achmad mantan Sekjend PPMI DK Mataram)</p>
<p>Dari mana aku harus mulai mengatakannya, apakah dari sebuah bandara dimana pesawat lion air mendarat jam 23:12 WIB dikota Kendari, atau dari dua orang anak manusia yang belum pernah ku kenal menjemput kami dengan sepeda motornya lalu membawa kami pulang kerumah temannya, memberi tempat tidur dan besoknya kami (Nasruddin&amp;Alja Yusnadi) diantara kepelabuhan dari kota Kendari menuju Bau-Bau. Atau dari seorang laki-laki yang minta pinjam korek api karena mau mebakar rokoknya, yang ternyata laki-laki itu pernah ngomong di HP yang ternyata lelaki itu  bernama Fandi Ahmad.<span id="more-36"></span></p>
<p>Aku mendapatkan no HP Fandi Ahmad dari salah seorang Panitia Kongres PPMI di Mataram, dalam rangka mengucapkan Selamat atas terpilih menjadi Sekjend Nasional, Kongres PPMI di Mataram hamper bersamaan dengan Pekan Seni Mahasiswa Indonesia tingkat Nasional yang ke IX (PEKSIMINAS IX) di Jambi, mungkin itu kendala utama pada kongres tidak bisa hadir. Satu bulan sebelum kongres aku tau nama Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), yang pada awalnya aku dan teman-teman di Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) mendirikan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dan mengeluarkan Tabloid Lensa, LPM Unmuha (Lensa) Lahir pada tanggal 22 Maret 2008, yang sebelumnya pada tahun 2006 juga pernah kami rintis tetapi gagal muncul kepermukaan karna satu dan lain hal.</p>
<p>LPM Unmuha (Lensa) bukan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa yang ada di Aceh, tetapi salah satu yang baru lahir kalau istilah manusia masih bayi, dikampus IAIN Ar Raniry itu ada Sumber Post, di Unsyiah itu ada DeTAK, dua lembaga pers mahasiswa ini yang sudah lama di Aceh, dan sebelumnya juga pernah ada.</p>
<p>Kongres PPMI di Mataram, Lensa baru Edisi II dan Mukernas di Bau-Bau Lensa masuk ke Edisi IV, sekarang Lensa Edisi VIII. Dalam waktu satu tahun LPM Unmuha telah menerbitkan 7 Edisi dan 12 Kali Diskusi rutin dalam menjaring issue serta 1 kali seminar tentang Peran Pers Mahasiswa dalam menyikapi issue-issue pelayanan public sebagai hak dasar.</p>
<p>Seiring berdiri Lensa juga berdiri beberapa LPM di kampus yang ada di Aceh seperti LPM Suara AlMuslim (Universitas Al Muslim) di Kabupaten Beuren, Sinar Post (Universitas Srambi Mekkah) di Banda Aceh, LPM Newq-ta (Universitas Teuku Umar) di Kabupaten Aceh Barat. Pada bulan Maret aku telah diundang oleh kawan2 yang ada di Universitas Gajah Putih, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gajah Putih, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah di Takengon tentang pembentukan LPM dan PPMI di Takengon. Kawan2 disana juga meminta surat rekomendasi. Pada bulan April 2009, aku diskusi dengan Perguruan Tinggi Islam di Lhok Sukon Aceh Utama tentang keinginan mereka membentuka LPM dan bergabung dengan PPMI, kawan-kawan disana juga mempertanyakan kontribusi apa yang bisa diberikan oleh PPMI.</p>
<p>Berbicara bukan supermen dan juga bisa nanggis seperti yang dilantunkan oleh anak pendiri Republik Cinta itu mungkin sangat menarik untuk dicerdasi kembali. Birokrasi atau membirokrasikan atau memang perlu reformasi.</p>
<p>Dalam Mukernas satu pesan singkat masih ke HP yang bahwa mempersiapkan butiran-putiran peluru yang akan dibahasa dalam Musyawarah kerja Nasional, rekomendasi meukernas apa sich yang telah dilakukan, karena kami baru hadir di PPMI di saat mukernas di Bau-Bau sehingga harus dipermainkan. Jangan terlalu manis di bibir, PPMI itu untuk se-Indonesia saja atau hanya beberapa pulau, kalau memang mudah kenapa dipersulit?. Apakah itu juga bagian dari perjuangan.</p>
<p>Setiap dan tiap-tiap dari kita memiliki masalah, mendapatkan sesuatu tetapi kehilangan sesuatu, ingin berdiri pasti ada yang terinjak. Mungkin itu hukum alam. Pembentukan PPMI Dewan Kota Aceh bukan hasil dari mengemis, tekad kami membangun pergerakan lewat pers mahasiswa tidak mesti dengan PPMI, pers mahasiswa adalah penting buat kami dan buat kita semua untuk Aceh Baru dan Indonesia Baru.</p>
<p>Pers Mahasiswa Aceh atau apa namanya nanti ketika Muskot adalah sebagai media pergerakan, dan juga akan meliki konsep dan arah yang jelas. Terima kasih atas dukungan, saran, solusi, curhat atau apa namanya dari kawan-kawan pers mahasiswa diseluruh Indonesia. Terima kasih kepada Jumaely Achmad yang telah telpon menanggapi sms tentang pembentuka DK Aceh, fajar yang telah ajak chat, Zaki juga telah telpon tapi tiba-tiba HP ku mati krn baterai habis, minta maaf kepada Sirtupil Laili karma waktu diminta tuk aktifkan XL tapi lagi diluar mungkin dilain waktu kita bisa pasang XL. Ya mungkin aku hanya bilang bahwa kita akan bertemu seperti orang lain bertemu dilain waktu. Masih banyak yang belum kita lakukan, masih jauh perjalanan yang harus kita tempuh, oleh sebab karena itu kita perlu saling kerjasama dan sama-sama kita bekerja.</p>
<p>Salam Pers Mahasiswa!</p>
<p>Salam Perjuangan!</p>
<p>&lt;Photo 1&gt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=36&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/catatan-sebelum-sekolah-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Somasi PPMI DK Yogya terhadap panitia OSPEK UNY</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/somasi-ppmi-dk-yogya-terhadap-panitia-ospek-uny/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/somasi-ppmi-dk-yogya-terhadap-panitia-ospek-uny/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 20:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiriman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Nomor : 10/ PPMI DK Yogyakarta/B/VIII/2009 Lampiran : - Hal : Surat Somasi Kepada Yth Panitia OSPEK FBS 2009, Universitas Negeri Yogyakarta Di Tempat Dengan Hormat, Sehubungan dengan ditariknya Buletin EXPEDISI Edisi khusus OSPEK 2009, LPM EKSPRESI UNY oleh panitia OSPEK FBS, UNY, dalam dua hari pelaksanaan OSPEK, maka kami akan memaparkan kronologis pelanggaran kerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=33&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nomor	: 10/ PPMI DK Yogyakarta/B/VIII/2009<br />
Lampiran	: -<br />
Hal		: Surat Somasi</p>
<p>Kepada Yth<br />
Panitia OSPEK FBS 2009,<br />
Universitas Negeri Yogyakarta<br />
Di Tempat<br />
<span id="more-33"></span><br />
Dengan Hormat,<br />
Sehubungan dengan ditariknya Buletin EXPEDISI Edisi khusus OSPEK 2009, LPM EKSPRESI UNY oleh panitia OSPEK FBS, UNY, dalam dua hari pelaksanaan OSPEK, maka kami akan memaparkan kronologis pelanggaran kerja jurnalistik tersebut. Pada hari Rabu, 19 Agutus 2009 pukul 17.30 WIB, LPM EKSPRESI yang akan melakukan distribusi Buletin EXPEDISI Edisi OSPEK 2009 kepada mahasiswa baru (maba) Fakultas Bahasa dan Seni oleh panitia OSPEK FBS diharuskan untuk meminta stempel terlebih dahulu sebelum di distribusikan kepada maba. Buletin EXPEDISI yang sudah di stempel kemudian diminta oleh panitia untuk dibagikan ke mahasiswa baru melalui panitia, padahal saat itu sudah diluar jam OSPEK karena OSPEK sudah dibubarkan pada pukul 17.00 WIB. Panitia OSPEK FBS, yakni saudara David Heri P., salah satu anggota Steering Commite OSPEK FBS menjelaskan bahwa ada aturan yang sudah disetujui oleh Pembantu Dekan III FBS, Herwin Yogo Wicaksono, M.Pd mengenai perijinan terhadap segala bentuk media sebelum sampai ke tangan mahasiswa baru.<br />
Kejadian yang kedua kalinya terulang yaitu pada tanggal 20 Agustus 2009 pukul 17.00 WIB, Buletin EXPEDISI Edisi OSPEK 2009 kembali harus melewati ijin panitia OSPEK FBS terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke mahasiswa baru. Ketika ingin meminta perizinan tersebut, panitia OSPEK FBS justru saling melempar tanggung jawab. Peraturan yang tadinya hanya berupa perizinan saja tiba-tiba berubah dengan syarat panitia OSPEK FBS harus membaca isi Buletin EXPEDISI terlebih dahulu sebelum sampai ke tangan mahasiswa baru dan mereka juga yang harus membagikannya. LPM EKSPRESI kemudian meminta bukti hitam diatas putih (print out) peraturan yang sudah disetujui oleh Pembantu Dekan III FBS tersebut, akan tetapi ketika diminta, panitia berdalih bahwa peraturan tersebut masih dalam bentuk soft file. Akhirnya LPM EKSPRESI memberikan waktu sampai pukul 21.00 WIB kepada panitia OSPEK FBS untuk memberikan bukti peraturan perijinan media agar dapat dibagikan pada maba FBS tersebut dalam bentuk hard copy.<br />
<span> Hingga pukul 23.00 tanggal 20 Agustus 2009, tidak ada konfirmasi lanjutan dari saudara Koordinator SC OSPEK FBS Budi Wahyono., Koordinator Sie. Acara Ismi Handayati, maupun anggota Steering Commite FBS David Heri Prambudi, yang mengakibatkan permasalahan menjadi mengambang. Padahal janji menunjukkan bukti otentik adanya aturan atau surat keputusan resmi fakultas yang mengatur peredaran media sebelum sampai pada maba di FBS, muncul dari mereka. Pada akhirnya, pukul 09.15 tanggal 21 Agustus 2009, atau sehari setelah kejadian terakhir barulah panitia OSPEK memberikan aturan resmi tertulis yang bernomor 41/PAN-OSPEK/FBS/UNY/VII/2</span></p>
<div>009, Tentang Prosedur Media dalam OSPEK FBS UNY 2009.<br />
Adapun merujuk pada UU Pers nomor 40 tahun 1999, surat keputusan yang dikeluarkan oleh panitia OSPEK tersebut tidak memiliki relevansi dan kekuatan untuk menghambat persebaran media informasi apapun, sesuai pasal 4 ayat 2 UU Pers no.40, dimana setiap bentuk pelarangan informasi, seperti yang telah dilakukan oleh panitia OSPEK FBS, merupakan bentuk pelanggaran terhadap pasal tersebut. Pun, beberapa kejanggalan ditemukan oleh LPM EKSPRESI atas surat peraturan resmi tersebut.<br />
Pertama, dalam prosedur penyebaran media dalam aturan OSPEK FBS nomor 2 ayat b, dijelaskan bahwa, “&#8230;media akan dikaji oleh Tim pengkaji.” Ukuran yang jelas dan proporsional bagaimana konten suatu media layak di mata tim pengkaji dari panitia OSPEK FBS, tidak dijelaskan lebih lanjut oleh surat keputusan tersebut, dan akhirnya mengarah pada ukuran subyektif panitia OSPEK FBS sendiri dalam menentukan mana media yang layak ataupun tidak. Dan tidak ada dalam UU Pers manapun yang memberikan kuasa bagi institusi seperti panitia OSPEK untuk dapat melakukan intervensi terhadap pemberitaan sebuah lembaga pers yang independen.<br />
Kedua, seperti yang telah dijelaskan mengenai UU Pers diatas, peraturan nomor 3 dalam surat peraturan resmi tersebut memberikan kuasa pada panitia OSPEK FBS secara sepihak menarik peredaran media yang tidak melalui prosedur yang ditetapkan dalam surat keputusan tersebut, aturan tersebut jelas melanggar UU Pers no.40 tahun 1999.<br />
Ketiga, aturan nomor 4 dalam surat keputusan itu menjelaskan, “Menyebarkan media ketika pemberangkatan dan kepulangan maba, terikat dengan peraturan ini.” Jelas tersurat bahwa peraturan tersebut mengikat pada saat maba berangkat hingga maba pulang, yang berarti aturan OSPEK mengikat hingga diluar acara OSPEK. Aturan tersebut jelas mengandung sesat logika, karena mengandaikan aturan OSPEK mengikat maba hingga ranah privat, yaitu waktu – waktu diluar mereka mengikuti kegiatan OSPEK. Berarti panitia OSPEK FBS menganggap mereka berhak dan berkuasa penuh atas maba dari saat mereka bangun tidur, hingga mereka kembali ke kos ataupun tempat tinggalnya masing &#8211; masing. Dan jelas itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia, dan tidak ada dalil maupun legitimasi hukum manapun di negara ini yang memberikan hak bagi panitia OSPEK FBS untuk merampas hak mahasiswa baru FBS dalam mendapatkan informasi apapun, dimanapun dan kapanpun.<br />
<span> Keempat, terdapat kejanggalan sistem penulisan nomor surat keputusan yang bertentangan dengan peraturan yang sudah ditentukan oleh rektorat Universitas Negeri Yogyakarta. Yaitu, dalam nomor surat 41/PAN-OSPEK/FBS/UNY/VII/2</span>009, merujuk pada aturan penulisan surat resmi dari rektorat UNY, seharusnya angka romawi menandakan bulan disahkannya surat keputusan tersebut. Namun surat keputusan tersebut ditandatangani tanggal 15 Agustus 2009, yang berbeda dengan nomor bulan VII yang berarti seharusnya surat tersebut sudah disahkan sejak bulan Juli lalu. Kejanggalan tersebut sangat perlu dijelaskan agar tidak timbul asumsi akan pemalsuan dokumen yang dapat berimplikasi pada delik pidana KUHP dalam koridor penipuan publik.<br />
Dari beberapa penjelasan diatas, panitia kami anggap telah menghalangi proses pendistribusian Buletin EXPEDISI, dan juga menghalangi proses pemberitahuan informasi mengenai OSPEK dan berita lainnya mengenai kampus UNY. Panitia juga tidak berhak melakukan sensor sepihak atas isi buletin sebelum distribusikan ke mahasiswa baru. Adapun berikut rincian utama pelanggaran UU Pers nomor 40 tahun 1999, serta KUHP Pasal 263 yang dilakukan oleh panitia OSPEK FBS UNY.<br />
1. Panitia OSPEK FBS UNY menghambat pendistribusian Buletin EXPEDISI yang sama halnya dengan pelarangan penyiaran. Hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS pasal 4 ayat 2 “Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembreidelan atau pelarangan penyiaran.”</p>
<p>2. Panitia telah melanggar hak-hak pembaca, seperti tercantum dalam aturan nomor 4 dalam aturan OSPEK tersebut, yang dalam konteks ini adalah mahasiswa selaku warga kampus UNY yang memiliki kebebasan untuk mendapatkan informasi mengenai kejadian, berita, dan info tentang UNY. Hal ini juga diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang PERS pasal 4 ayat 1 “Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.” Dan juga pasal 4 ayat 3 “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyampaikan gagasan dan informasi.”</p>
<p>3. Panitia bisa dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 pasal 18 ayat “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).<br />
<span> 4.  Indikasi pemalsuan surat keputusan panitia OSPEK 41/PAN-OSPEK/FBS/UNY/VII/2</span>009 yang tidak sesuai dengan aturan penulisan surat resmi sesuai dengan aturan dari rektorat UNY, merupakan sebuah indikasi pelanggaran KUHP pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan surat. Delik pidana untuk melaporkan panitia OSPEK FBS dapat ditempuh dengan landasan pasal tersebut.<br />
Maka dari itu LPM EKSPRESI mengadukan masalah tersebut pada divisi Advokasi PPMI DK Yogyakarta selaku organisasi dimana LPM EKSPRESI menjadi anggota dari organisasi yang mewadahi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Yogyakarta dan Indonesia. LPM EKSPRESI menuntut kepada Panitia OSPEK FBS, UNY sebagai berikut:<br />
1. Permintaan maaf baik lisan maupun tertulis kepada LPM EKSPRESI dari panitia OSPEK FBS UNY, serta dimuat dalam Buletin EXPEDISI edisi reguler juga di portal berita online kami ekspresionline.com.<br />
2. Ganti rugi uang percetakan sebesar Rp 400.000,00 (Empat Ratus Ribu Rupiah),. Karena hambatan yang menyebabkan kegagalan mendistribusikan produk.<br />
3. Memberikan hak pendistribusian kembali kepada Buletin EXPEDISI Edisi OSPEK untuk disebarkan kepada mahasiswa baru FBS khususnya dan UNY pada umumnya.<br />
4. Memberikan pula permintaan maaf kepada seluruh produk Lembaga Pers Mahasiswa se-Indonesia melalui Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia, karena telah menciderai kebebasan informasi bagi publik.</p>
<p>Apabila dalam tempo 6 jam setelah diterimanya surat somasi ini tuntutan dari LPM EKSPRESI tidak dipenuhi, maka kami akan melayangkan surat somasi kedua dan memperkarakan kasus ini melalui jalur hukum sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia.<br />
Demikian surat somasi ini kami berikan berdasarkan pengaduan dari LPM EKSPRESI kepada Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Yogyakarta. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.</p>
<p>Yogyakarta, 21 Agustus 2009</p>
<p>Pengurus PPMI<br />
Dewan Kota Yogyakarta	Divisi Advokasi PPMI<br />
Dewan Kota Yogyakarta</p>
<p>Ikhwan Sapta Nugraha	Achmad Fikri Faqih Haq<br />
SekJend PPMI<br />
Dewan Kota Yogyakarta	Koordinator Divisi Advokasi PPMI<br />
Dewan Kota Yogyakarta</p>
<p>Tembusan :<br />
-	Pembantu Rektor III UNY<br />
-	Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta (AJI Yogyakarta)<br />
-	Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta (LBH Yogyakarta)<br />
-      SekJend PPMI Nasional</p></div>
<div>sumber FB. genjas_1954@yahoo.com</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=33&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/somasi-ppmi-dk-yogya-terhadap-panitia-ospek-uny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKUMPULAN IMPIAN MUDA</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/sekumpulan-impian-muda/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/sekumpulan-impian-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 20:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[SEKUMPULAN IMPIAN MUDA Apa kabar sayang Sebulan menuju setahun Kabar mu ku lupakan Untuk hidup dalam kepala impian Untuk cinta yang lebih Bukan sekedar hubungan personal Beriak telaga dihati karena ini Tapi jenuh mengerogoti diri Bosan menghiasi hari dengan kemunafikan mu Terus merangkai kata penuh makna Tapi sia-sia dan percuma Entah sampai kapan Tak bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=31&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>SEKUMPULAN IMPIAN MUDA</strong></p>
<p>Apa kabar sayang</p>
<p>Sebulan menuju setahun</p>
<p>Kabar mu ku lupakan</p>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p>Untuk hidup dalam kepala impian</p>
<p>Untuk cinta yang lebih</p>
<p>Bukan sekedar hubungan personal</p>
<p>Beriak telaga dihati karena ini</p>
<p>Tapi jenuh mengerogoti diri</p>
<p>Bosan menghiasi hari dengan kemunafikan mu</p>
<p>Terus merangkai kata penuh makna</p>
<p>Tapi sia-sia dan percuma</p>
<p>Entah sampai kapan</p>
<p>Tak bisa ku janjikan apa-apa</p>
<p>Hanya jawab yang terdengar</p>
<p>Aku baik-baik saja</p>
<p>Tidak dengan mereka yang telah kau korbankan</p>
<p>Siang menuju malam</p>
<p>Untuk ke alpaan kegenerasi tua</p>
<p>Kami melupakan</p>
<p>Terlalu banyak kejahatan dilakukan atas nama cinta sayangku</p>
<p>Karena itu kami berkata</p>
<p>Ku lupakan dirimu</p>
<p>Ku lupakan masa muda ku</p>
<p>Ku berkata tidak untuk mereka</p>
<p>Untuk kumpulan impian tua yang usang</p>
<p>Selamat tinggal sayang aku akan menikahimu.</p>
<p align="right"><strong><em>By. NUFUS &amp; INAS OOS</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=31&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/08/25/sekumpulan-impian-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAMPLET ITU BELUM KAU TULIS NAMA</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/pamplet-itu-belum-kautulis-nama/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/pamplet-itu-belum-kautulis-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 21:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[PAMPLET ITU BELUM KAU TULIS NAMA Oleh ; Nasruddin Aku tahu bahwa bulan itu tidak bulat, saat aku melumat bibir manismu. Sungguh di luar dugaan dan akal sehatku, kau yang terlihat begitu seksi. Walau separuh bayamu itu telah banyak melahirkan anak-anak. Kuakui hanya sedikit kulitmu berkerut. Jauh di sudut pandang kuberikan itu. Telah lama kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=26&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>PAMPLET ITU BELUM KAU TULIS NAMA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>Oleh ; Nasruddin</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Aku tahu bahwa bulan itu tidak bulat, saat aku melumat bibir manismu. <span> </span>Sungguh di luar dugaan dan akal sehatku, kau yang terlihat begitu seksi. Walau separuh bayamu itu telah banyak <span> </span>melahirkan anak-anak. Kuakui hanya sedikit kulitmu berkerut. <img class="aligncenter size-full wp-image-27" title="kapan02" src="http://ppmiaceh.files.wordpress.com/2009/04/kapan02.jpg?w=450" alt="kapan02"   /><span id="more-26"></span>Jauh di sudut pandang kuberikan itu. Telah lama kau berdiri, sudah 22 tahun lebih, kian hari kian banyak anak-anak berlari-lari dalam pekarangan area yang ditentukan. <span lang="SV">Tapi sayang, anak-anakmu tak mau menoleh ke belakang lagi. </span><span lang="FI">Bila pun ia menoleh mungkin akan membuat dia kaian ragu menuju kota harapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Di sini kutulis catatan burukmu dan itu telah kaumunculkan sendiri. <span> </span>Mungkinkah anak-anakmu tak lagi tau alamatmu hanya karena alasan bahwa tata ruang pembangunan telah berubah. Namun, jalan-jalan itu masih jalan yang sama, masih nama yang sama, jalan-jalan itu telah menjadi kenangan yang berpulang ke masa lalu. Kulihat kau berdiri di sana seakan kau masih menampakkan keelokan tubuhmu yang dulu sebagai penarik auramu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Kondisi sekelilingmu telah berubah. Tapi sayang, kau tak bisa mengikuti perkembangan zaman, “<em>Ah kuno loe</em>”. Aku berpikir sebelum melumat bibirmu, kudapatkan sebuah kedahsyatan yang tiada tara. Ternyata sungguh mengecewakan. <span> </span>Padahal, aku sudah sangat bergairah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Pamplet itu belum kautulis nama. </span><span lang="SV">Ketika anak-anakmu yang sekarang masih setia dan mengabdi padamu. Sore sebelum mentari kembali ke peraduan, warna jingga terlihat di ufuk barat sebagai pertanda bahwa sebentar lagi malam akan tiba. Namun, <span> </span>sering kausebut atau istilah dari zaman ke zaman itu “waktu maghrib.” Mereka selalu duduk di situ bercengkrama melihat para penghuni yang asyik dengan kumpulan-kumpulan besi yang bisa bergerak dengan alasan “punya karet.” Tempat itu juga telah menjadi kenangan sebelum mereka pergi meninggalkanmu. Pekaranganmu sudah sangat bagus, karena memiliki besi-besi yang hanya di depan saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Malam yang tak rela membatu, anakmu itu masih suka bermain-main dengan mainannya. Kalau dulu, mereka bermain dengan sesuatu yang menimbulkan bunyi. Kaubilang, “Jangan,” karena itu merusak pendengaran orang. Padahal mereka mendendangkan sebuah lagu lama “Jangan Ada Dusta di Antara Kita”. Yaaach….. lagi-lagi mereka dapat masalah hanya karena suara mereka terlalu fals. Namun, kini anak-anak itu telah bertambah dan pemikirannya juga kian kritis. Karena, lingkungan mereka mengajarkan itu dan mereka tetap anak-anak yang masih suka bermain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Aneh…… mungkin ketika masalah keluarga yang ditimbulkan oleh seorang anak atau <span> </span>beberapa orang anak, masalah itu kaubawa keluar sampai kaubuat pengaduan ke kantor polisi. </span>Yaaaa…. Apakah itu betul? atau hanya gertakanmu saja? Mereka memang masih suka bermain-main dengan cat di pamplet yang baru kaubuat itu. <span lang="SV">Walau<span> </span>belum ada nama. Di situlah tempat mereka bermain-main. Itu juga salah, menurut penilaianmu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Aku juga menerima bahwa seorang anak harus patuh pada orang-orang yang lebih tua atau terlalu ketuaan. Apa lagi berbicara nasib….. Memang duluan lahir nasibmu! aku bukan membela anak-anakmu yang salah…. lagi pun, aku bukan ahli hukum atau seorang yang bekerja pada perlindungan anak. Paling tidak, aku pernah pergi ke pengadilan dan kasusnya hampir sama, walau tak serupa. Di sana aku “mendengar,” lalu sekarang aku juga berkata padamu bahwa perbuatan anak-anakmu itu… </span>“salah” tapi “tidak jahat.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Setidaknya kautulis nama pada pamplet itu, agar orang-orang tahu bahwa kau menjual beberapa menu di sini. <span lang="SV">Walau itu hanya sedikit, karena delapan menu. Orang lain tahu, karena orang-orang itu pernah lewat. Bahkan, ada yang mendengar cerita dari orang-orang yang pernah melewati tempat itu, yang seharusnya kautulis nama di pampletnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Kini aku lebih mengenal tentang sosokmu setelah aku melumat bibir manismu. <span> </span>Yaaaach….. ternyata kau hanya manis di bibir atau menurut bahasa yang pernah dipopulerkan oleh pedangdut Meggi Z, “Senyum Membawa Luka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><em><span lang="IN"><span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><em><span lang="IN">Penulis adalah ketua Umum LPM Unmuha dan </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><em><span lang="IN">Pjs. Sekjend Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Aceh<span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><span lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=26&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/pamplet-itu-belum-kautulis-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppmiaceh.files.wordpress.com/2009/04/kapan02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kapan02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAMPUS “KONYOL”</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/demokrasi-perwakilan-bukanlah-demokrasi/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/demokrasi-perwakilan-bukanlah-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 20:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[KAMPUS “KONYOL” Oleh : Nasruddin Suatu hari kampusku diguyur hujan dan air tergenang di beberapa sudut halamannya. Bahkan hampir setiap hujan menguyur air selalu tergenang di sana. Ya, ini tentu disebabkan oleh tidak adanya drainase dan tata letak pembangunan yang kurang terkonsep, atau jangan-jangan memang tidak memiliki konsep bagaimana caranya membangun sebuah lingkungan bersih dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=20&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">KAMPUS “KONYOL”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Oleh : Nasruddin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Suatu hari kampusku diguyur hujan</span> dan a<span lang="IN">ir </span>ter<span lang="IN">genang</span> di<span> </span>b<span lang="IN">eberapa sudut</span> halamannya.<span> <span lang="IN"><img class="aligncenter size-full wp-image-24" title="100" src="http://ppmiaceh.files.wordpress.com/2009/04/100.png?w=450" alt="100"   />Bahkan hampir setiap hujan menguyur air selalu tergenang di sana. Ya, ini tentu disebabkan oleh tidak adanya drainase dan tata letak pembangunan yang kurang terkonsep, atau jangan-jangan memang tidak memiliki konsep bagaimana caranya membangun sebuah lingkungan bersih dan nyaman.<span id="more-20"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Sungguh terlalu naïf, berbicara cinta tapi tak ada rasa cinta untuk membangun sebuah lingkungan yang membuat rasa ketenangan dalam berinteraksi. Minggu kemarin aku duduk dengan seorang teman sambil ngopi di warung cukup sederhana, sambil melepas kangen-kangenan karena memang sudah lama kami tak berjumpa. Segudang bahasa kerinduan terlepas, namun satu hal membuatku mempelajari kata-kata konyolnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Seandainya aku bisa berandai-andai mungkin aku akan berandai-andai tentang hal-hal yang lebih konyol seperti berandai-andainya seorang musisi Indonesia Ahmad Dahi pentolan DEWA 19 feat Crisye itu, “Jika surga dan neraka itu tidak ada.” Ya atau mungkin kita harus selalu berbicara jujur tanpa berandai-andai, agar di antara kita kian akrab dan setia, tapi janganlah seperti kejadian sepasang kekasih, malam hari berjanji untuk selalu bersama dan setia. Nah belum lagi sampai 24 jam, semua omongan itu sudah terbukti, bukankah kejujuran yang paling jujur adalah kebohong yang paling besar?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Kami mungkin sudah lama menyadang predikat mahasiswa. Kawan-kawan kami sudah lagi skripsi dan ada sebagian bahkan sudah terlalu banyak mahasiswa seangkatan kami telah wisuda. Kami hanya sedikit yang masih menjadi “anak kampus,” bermacam alasan muncul sebagai pertanggungjawaban, memang masalah klasik tidak bisa kami elakkan. Sudah beberapa tahun tak punya uang untuk bayar SPP, pada hal Eko Prasityo pernah berkata dalam bukunya “Orang Miskin Dilarang Sekolah,” <span> </span>mungkin itu salah satu alasan kami bertahan, tapi semua orang pada memburu, memburu-buru hal-hal yang terburu-buru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Dari sewaktu aku pertama masuk kampus ini sampai bertahan hari ini, tidak banyak berubah. Kalau dulunya di belakang sana ada lapangan bola volly di dekat musallah atau lebih tepat dulunya di depan akademik Tarbiyah, sekarang sudah berdiri beberapa ruang termasuk sekolah Taman Kanak-kanak (TK). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Hampir setiap tahun diadakan turnamen oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) tingkat mahasiswa dan pelajar se-Banda Aceh dan Aceh Besar. Di</span><span lang="IN"> </span><span lang="IN">belakang sana lagi sekitar 10 meter ada lapangan bola kaki</span><span lang="SV">.</span><span lang="SV"> </span><span lang="IN">Di lapangan bola kaki itu sering dibuat turnamen bola kaki antara mahasiswa yang waktu itu dibuat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas kalau sekarang lebih dikenal dengan Pemerintahan Mahasiswa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN"><span> </span>Kini, di sana sudah ada sebuah ruang diberi nama Peradilan Semu dan kantor Fakultas Tarbiyah, serta ada empat ruang kuliah. Kalau pagi untuk mahasiswa akademi Fisioterapi dan sorenya untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi. Di sudut sana ada bangunan belum siap atau memang tak mau disiapkan. Bangunan itu berdekatan dengan pusat perkantoran Badan Eksekutif mahasiswa -walaupun tidak semua BEM fakultas memiliki itu, ya contohnya untuk BEM Fisioterapi dan BEM Psikologi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Aku masih berbincang-bincang dengan kawan tadi, tentang dulunya sebuah kebanggaan aku bilang bahwa di kampusku juga pernah memiliki hal-hal seperti itu, lalu kawanku itu bertanya sekarang ke mana semua itu? Aku binggung tak tau mau jawab apa. Namun kujawab, semua itu sudah kusimpan dalam bingkai. </span><span lang="FI">Aku h</span><span lang="IN">eran dan bertanya sendiri, apakah kampusku ini mapan atau anti kemapanan</span><span lang="FI">.</span><span lang="FI"> </span><span lang="IN">Aku binggung dengan hal-hal seperti ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Apalagi dua bulan kemarin, ada pembagian beasiswa. Konon orang-orang yang mendapatkannya atau pernah mendapatkan maka mendapatkan lagi pada priode berikutnya</span><span lang="SV">. Yan glebih mengherankanku,</span><span lang="IN"> seorang kawan di kampusku berkata bahwa ada mahasiswa di fakultasnya berkerja juga di universitas atau tepatnya karyawan tapi dia juga mendapatkan beasiswa itu</span><span lang="SV">.</span><span lang="SV"> </span><span lang="IN">Ya, kukatakan padanya bahwa itu wajar-wajar saja, karena dia juga termasuk orang dekat dengan pengambil kebijakan itu. “Goblok,” kawanku berkata dengan wajah garang. Aku hanya menatapnya sinis sambil melihat jejak-jejak langkahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Kalau Irak lebih dikenal dengan negeri 1001 malam, tapi kampusku lebih di kenal dengan 1001 masalah. Masalah yang satu belum selesai selanjutnya muncul masalah baru. Memang rumit ketika tumpang tindih masalah dan kebijakan, sehingga aktivitas mahasiswa sering terbengkalai. Kegiatan mahasiswa sudah selesai dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sudah diberi namun utang piutang belum lunas, seperti yang dirasakan oleh kawan-kawan yang aktif di bidang kesenian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Masalah tadi sungguh mematahkan semangat kawanku. Aku mengetahuinya ketika dia berkeluh kesah sambil memegang sendok kecil sesekali dipukul pada gelas kopi, menimbulkan suara beraturan penuh irama, menurut pengamatanku sich. Sedangkan kegiatan lain yang juga dibuat oleh mahasiswa bahkan melibatkan semua lembaga mahasiswa LPJ dananya belum dikasih tapi semua uang sudah habis dicairkan. Ada apa ini? Seperti inikah momentum pilih kasih. Oh sungguh kasihan jika ada lembaga yang tidak terpilih menjadi bulu kasih itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Kini aku tahu kenapa masalah-masalah itu muncul tanpa penyelesaian. Mereka takut kampus itu menjadi modern, menjadi kampus yang maju di negeri ini. Mereka takut membangun daya pikir mahasiswa ke arah progresif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><em><span lang="IN">Sekret Tabloid Lensa, 5 April 2009, jam, 15:56</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><em><span lang="IN">Penulis adalah ketua Umum LPM Unmuha dan </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;" align="right"><em><span lang="IN">Pjs. Sekjend Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Aceh<span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=20&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/demokrasi-perwakilan-bukanlah-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppmiaceh.files.wordpress.com/2009/04/100.png" medium="image">
			<media:title type="html">100</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengubah Dunia Tanpa Mengambil Alih Kekuasaan</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/mengubah-dunia-tanpa-mengambil-alih-kekuasaan/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/mengubah-dunia-tanpa-mengambil-alih-kekuasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 20:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Mengubah Dunia Tanpa Mengambil Alih Kekuasaan Dapatkah kita mengubah dunia tanpa mengambilalih kekuasaan?. Saya tidak tahu jawabannya. Mungkin saja kita bisa mengubah dunia tanpa merebut kekuasaan. Mungkin juga tidak. Titik berangkat—bagi kita semua, menurut saya—adalah ketidakmenentuan, ketidaktahuan, sebuah pencarian bersama ke depan. Kita mencari sebuah jalan ke depan, karena sudah semakin jelas bahwa kapitalisme adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=18&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Mengubah Dunia Tanpa Mengambil Alih Kekuasaan</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dapatkah kita mengubah dunia tanpa mengambilalih kekuasaan?.<span id="more-18"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Saya tidak tahu jawabannya. <span lang="FI">Mungkin saja kita bisa mengubah dunia tanpa merebut kekuasaan. Mungkin juga tidak. Titik berangkat—bagi kita semua, menurut saya—adalah ketidakmenentuan, ketidaktahuan, sebuah pencarian bersama ke depan. Kita mencari sebuah jalan ke depan, karena sudah semakin jelas bahwa kapitalisme adalah sebuah bencana bagi kemanusiaan. Revolusi, sebagai sebuah perubahan radikal dari masyarakat, adalah sesuatu yang tidak dapat menunggu. Dan revolusi ini haruslah revolusi (yang terjadi di seluruh) dunia kalau kita memang menginginkan sebuah revolusi yang efektif. Namun revolusi ini tidak dapat terjadi dengan satu kali hentakan. Ini berarti satu-satunya cara di mana kita bisa menyiapkan revolusi adalah serupa dengan revolusi insterstisial, sebuah revolusi yang akan terjadi di antara celah-celah kapitalisme, revolusi yang menduduki ruang-ruang di seluruh dunia ketika kapitalisme masih terus berjalan. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita menyusun celah-celah ini, apakah di dalam bentuk negara-negara atau dengan cara-cara yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Di dalam memikirkannya, kita harus memulai dari posisi kita berada, dari berbagai pemberontakan dan insubordinasi (pembangkangan) yang telah membawa kita ke tempat di mana kita berada. Dunia dipenuhi dengan pemberontakan-pemberontakan, orang-orang yang berkata tidak kepada kapitalisme: TIDAK! kami tidak akan menghidupi kehidupan kami menurut gerak kapitalisme, kami akan melakukan apa yang menurut kami diperlukan atau diinginkan dan tidak menurut apa yang kapital perintahkan kepada kami. Terkadang kita melihat kapitalisme sebagai sebuah sistem dominasi yang meliputi semuanya dan lupa bahwa pemberontakan-pemberontakan tersebut terjadi di mana-mana. Terkadang pemberontakan semacam itu sangatlah kecil sehingga mereka yang terlibat pun tidak menganggapnya sebagai sebuah pemberontakan, tapi seringkali mereka adalah proyek-proyek kolektif yang mencari sebuah jalan alternatif ke depan dan adakalanya mereka sebesar para pemberontak di hutan Lacandon (Zapatista) atau Argentina beberapa tahun lalu serta pemberontakan di Bolivia. Berbagai bentuk insubordinasi semacam ini dikarakteristikan oleh sebuah gerak menuju kemandirian diri, sebuah impuls yang berkata “Tidak! kamu tidak akan mengatakan apa yang harus kami lakukan, kami harus menentukan sendiri apa yang harus kami lakukan.”</p>
<p>Berbagai penolakan ini dapat dipahami sebagai celah-celah, seperti halnya retakan di dalam sistem dominasi kapitalisme. </span><span lang="SV">Kapitalisme bukanlah (dari awalnya) sebuah sistem ekonomi, tapi sebuah sistem perintah. </span><span lang="FI">Kaum kapitalis, melalui uang, memerintah kita. Untuk melakukan penolakan, kita harus menghancurkan perintah dari kapital. Pertanyaan bagi kita, sekarang, adalah bagaimana kita memperluas penolakan-penolakan semacam ini, memperbanyak retakan di dalam tekstur dominasi. Ada dua cara yang bisa dipertimbangkan.</p>
<p>a) Yang pertama, mengajukan bahwa gerakan-gerakan ini, berbagai macam insubordinasi ini, kurang kematangan dan efektifitas apabila tidak difokuskan, serta tidak diarahkan pada sebuah gol. Untuk bisa menjadi efektif, mereka harus diarahkan menuju pengambilalihan kekuasaan negara—entah itu melalui pemilihan-pemilihan atau dengan menggulingkan negara dan menggantinya dengan sebuah bentuk negara baru yang revolusioner. Bentuk organisasional untuk melangkah menuju gol tersebut adalah melalui partai. Pertanyaan mengenai pengambilalihan kekuasaan negara bukanlah sebuah pertanyaan tujuan-tujuan ke depan, tapi lebih pada bentuk organisasi yang sekarang ada. Bagaimana seharusnya kita mengorganisasikan diri kita sekarang ini? Haruskah kita bergabung dengan sebuah partai, sebuah bentuk organisasional yang memanfaatkan kesengsaraan kita untuk dapat meraih kekuasaan negara? Ataukah kita harus mengorganisasikannya dengan cara yang berbeda?</p>
<p>b) Cara kedua dalam memikirkan tentang perluasan dan penggandaan dari insubordinasi adalah dengan berkata “Tidak! berbagai bentuk pemberontakan tersebut tidak seharusnya dihubungkan bersama di dalam sebuah bentuk partai, mereka harus berkembang secara bebas, dan melangkah ke mana saja perjuangan membawa mereka. Ini bukan berarti tanpa koordinasi, namun koordinasinya harus lebih longgar. Kesimpulannya, tujuan nyatanya bukanlah negara tapi masyarakat yang ingin kita ciptakan.</p>
<p>Argumen prinsipil yang menentang bentuk pertama adalah karena itu akan membawa kita menuju arah yang keliru. Negara bukan sebuah benda, juga bukan sebuah obyek yang netral: ia adalah sebuah bentuk hubungan sosial, sebuah bentuk organisasi, sebuah cara untuk melakukan sesuatu yang telah berkembang selama beberapa abad dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan kekuasaan kapital. Apabila kita memfokuskan perjuangan di dalam negara, atau kita menganggap negara sebagai tujuan prinsipil, kita harus memahami bahwa negara mempengaruhi kita untuk mengarah menuju sebuah jalan tertentu. Terlebih lagi, negara akan menjadi alat untuk memisahkan perjuangan kita dengan masyarakat, untuk mengubah perjuangan kita menjadi sebuah perjuangan mewakili, atau atas nama (rakyat). Ia memisahkan pemimpin dari massanya, sang perwakilan dari yang diwakilkan, ia menarik kita menuju sebuah cara yang berbeda di dalam berpikir dan berbicara. Ia menarik kita menuju sebuah proses rekonsiliasi dengan realita, dan realita tersebut adalah realita dari kapitalisme, sebuah bentuk organisasi sosial yang didasari atas eksploitasi dan ketidakadilan, pembantaian serta penghancuran. Ia juga akan menarik kita menuju sebuah definisi spasial (terpisah-pisah) mengenai bagaimana kita melakukan sesuatu, sebuah definisi spasial yang menciptakan pemisahan nyata antara teritori negara dan dunia luar, dan sebuah pemisahan nyata antara warga negara dan orang asing. </span><span lang="SV">Ia menarik kita menuju sebuah definisi spasial mengenai perjuangan yang tidak akan sepadan dengan gerak global dari kapital.</p>
<p>Ada satu konsep kunci di dalam sejarah negara-negara yang berorientasi kekirian (komunis, sosial-demokrat, atau sosialis), dan konsep itu adalah pengkhianatan. Dari waktu ke waktu, para pemimpin selalu mengkhianati pergerakan, dan penyebabnya bukanlah karena mereka (para pemimpin tersebut) adalah orang-orang yang tidak baik, namun karena negara sebagai sebuah bentuk organisasi memisahkan para pemimpin dari pergerakan dan lebih jauh lagi, membawa mereka menuju sebuah proses rekonsiliasi dengan kapital. Pengkhianatan sudah menjadi sebuah prinsip organisasi dari negara. Bisakah kita menolaknya? Ya, tentu saja kita bisa, dan ini adalah sesuatu yang selalu saja terjadi. Kita dapat menolak pemimpin-pemimpin atau perwakilan yang ditunjuk oleh negara untuk pergerakan, kita dapat menolak para delegasi untuk melakukan negosiasi secara tertutup dengan para perwakilan dari negara. Namun ini mengisyaratkan pemahaman bahwa bentuk organisasi kita sangatlah berbeda dengan yang ada pada negara, dan tidak ada kemiripan di antara keduanya. Negara adalah bentuk organisasi yang mewakilkan, dan apa yang kita inginkan adalah organisasi mandiri, sebuah organisasi yang mengizinkan kita untuk dapat mengartikulasikan (mempraktekkan ke dalam kenyataan) apa yang kita inginkan, apa yang kita putuskan, apa yang kita pertimbangkan penting dan dihasratkan. Apa yang kita inginkan, dengan kata lain, adalah sebuah bentuk organisasi yang tidak memiliki orientasi untuk mengambilalih negara.</p>
<p>Argumen yang menentang bentuk pengambilalihan negara sudah jelas, tapi konsep alternatifnya seperti apa? Argumen dari mereka yang berorientasi menuju pengambilalihan negara dapat dilihat sebagai konsepsi yang sudah pasti dari perkembangan perjuangan. </span><span lang="FI">Perjuangan disusun seperti halnya sebuah tujuan pasti, yaitu pengambilalihan kekuasaan negara. Pertama kita mengkonsentrasikan setiap usaha kita untuk meraih negara, melakukan pengorganisiran untuk itu, dan baru setelah kita dapat meraih negara, kita dapat memikirkan bentuk organisasi yang lain, dan mempertimbangkan cara untuk merevolusikan masyarakat. Pertama kita bergerak ke satu arah, untuk dapat menuju arah yang lain: masalahnya adalah, dinamika pengambilalihan pada fase pertama itu cukup sulit dan akan menjadi tidak mungkin dirubah pada fase keduanya. Konsep kedua fokus langsung pada bentuk masyarakat seperti apa yang ingin kita ciptakan, tanpa adanya fase pengambilalihan negara. Tidak ada titik pasti di sini: organisasi dipertimbangkan terlebih dahulu, dan langsung dihubungkan dengan hubungan-hubungan sosial yang ingin diciptakan. Konsep pertama melihat bahwa perubahan radikal dari masyarakat akan terjadi setelah pengambilalihan kekuasaan, konsep yang kedua menekankan bahwa perubahan radikal itu harus dilakukan sekarang. Bukannya menunggu revolusi yang akan terjadi ketika waktunya sudah tepat, tetapi revolusi yang dilakukan di sini dan sekarang juga.</p>
<p>Pertimbangan awal ini, revolusi yang dilakukan di sini dan sekarang ini pada intinya melangkah menuju kemandirian diri. </span><span lang="SV">Kemandirian diri tidak dapat hidup di dalam sebuah masyarakat kapitalis. Apa yang bisa dan memang hidup (di dalam masyarakat kapitalis) adalah gerak menuju kemandirian sosial: pergerakan melawan keterasingan diri. Sebuah pergerakan semacam ini adalah sesuatu yang sangat eksperimental, namun ada tiga hal yang sudah jelas:</p>
<p>a) Gerak menuju kemandirian adalah sebuah gerak yang menentang pemerintahan yang dipaksakan oleh elemen lain dengan mengatasnamakan kepentingan kita. Karenanya (pergerakan) ini adalah sebuah pergerakan melawan demokrasi representatif demi penciptaan sebuah bentuk demokrasi langsung.</p>
<p>b) Gerak menuju kemandirian tidak dapat disetarakan dengan negara, yang merupakan sebuah bentuk organisasi yang memutuskannya untuk kita dan lebih lanjut mengesampingkan kita dan keinginan-keinginan kita untuk mandiri.</p>
<p>c) Gerak menuju kemandirian tidak akan berarti apabila tidak melibatkan titik utama dari kemandirian kerja dan aktivitas kita. Yang seharusnya diarahkan untuk melawan organisasi kerja kapitalis. Apa yang kami bicarakan, oleh karena itu, bukanlah hanya demokrasi tapi juga komunisme, bukan hanya pemberontakan tapi juga revolusi.</p>
<p>Bagi saya, konsepsi kedua mengenai revolusi inilah yang harus kita konsentrasikan. Fakta bahwa kita menolak konsepsi &#8216;pengambilalihan negara&#8217; bukan berarti kalau konsepsi &#8216;tanpa-negara&#8217; tidak memiliki masalahnya sendiri. Saya melihat tiga masalah prinsipil, dan tidak satu pun dari argumen di bawah ini merupakan pembenaran untuk mengambilalih kekuasaan negara:</p>
<p>a) Isu pertama adalah bagaimana cara menangani represi dari negara. Jawabannya menurut saya bukanlah mempersenjatai diri kita agar kita dapat mengalahkan negara di dalam konfrontasi terbuka: cukup diragukan kalau kita akan menang dan malahan kita akan mereproduksi hubungan-hubungan sosial otoritarian yang sedang kita lawan. Bukan juga dengan cara mengambilalih negara agar kita dapat menguasai kekuatan militer dan polisi: penggunaan tentara dan polisi yang mengatasnamakan rakyat biasanya akan berakhir menjadi konflik dengan perjuangan yang tidak menginginkan siapa pun untuk bertindak mewakili mereka. Ini meninggalkan kita pada pilihan untuk mencari cara mencegah negara mempraktekkan kekerasan kepada kita: ini mungkin melibatkan beberapa tingkat dari gerakan bersenjata (seperti halnya dengan Zapatista), namun kita harus mengaitkannya dengan kekuatan pemberontakan yang berada di dalam komunitas.</p>
<p>b) Isu kedua adalah dapatkah kita membangun kerja-kerja alternatif (aktivitas produktif yang alternatif) di dalam kapitalisme, dan sampai pada tingkat berapa kita dapat menciptakan sebuah ikatan sosial antar tiap aktivitas, yang tidak berupa nilai. Banyak eksperimen yang menunjukan kepada solusi yang mirip (Fabricas Recuperadas di Argentina, misalnya) dan kemungkinan-kemungkinannya seperti biasa bergantung pada skala dari pergerakan itu sendiri, dan ini masih menjadi sebuah masalah yang besar. Bagaimana kita memikirkan sebuah kemandirian sosial dari produksi dan distribusi yang bergerak dari bawah ke atas (melalui celah-celah pemberontakan) dan bukannya dari sebuah badan perencanaan pusat.</p>
<p>c) Isu ketiganya adalah organisasi sosial yang mandiri. Bagaimana kita mengorganisir sebuah sistem demokrasi langsung pada sebuah skala yang dapat mejangkau lebih jauh dari wilayah lokal di dalam sebuah masyarakat yang kompleks? Jawaban klasiknya adalah dibentuknya dewan-dewan yang terhubung di dalam dewan utama di mana setiap bentuk dewan dapat mengirim perwakilan yang kapan saja dapat diganti. Secara mendasar pandangan seperti ini cukup baik pada awalnya, tapi cukup jelas, bahwa di dalam kelompok yang kecil pun pelaksanaan demokrasi selalu problematis (bermasalah). Karena itu, menurut saya, satu-satunya cara untuk dapat melaksanakan demokrasi langsung adalah melalui sebuah proses eksperimentasi yang konstan dan refleksi sebagai bentuk pembelajaran. Jadi, dapatkah kita mengubah dunia tanpa merebut kekuasaan?</p>
<p>John Holloway &#8211; Adalah seorang pemikir ekonomi Marxis yang berhubungan dekat dengan pergerakan Zapatista di Meksiko &#8211; kota yang telah menjadi kampung halamannya semenjak 1991. Holloway merupakan bagian dari lingkaran Marxis otonomis, sebuah kecenderungan varian Marxis pasca-modern untuk membangun perubahan sosial melalui bawah tanpa mengambil-alih kekuasaan. Buku pentingnya &#8211; Change The World Without Taking Power &#8211; telah menjadi kontroversi di antara kalangan Marxis, di mana ia mengusulkan sebuah revolusi tanpa mengambilalih negara, tapi justru dengan menghancurkan kekuasaan. (</span>Dian Prima)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=18&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/04/06/mengubah-dunia-tanpa-mengambil-alih-kekuasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bedah Pergerakan Mahasiswa Aceh1</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/03/14/bedah-pergerakan-mahasiswa-aceh1/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/03/14/bedah-pergerakan-mahasiswa-aceh1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 15:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Bedah Pergerakan Mahasiswa Aceh1 **Melalui Media Kampus** Aryos Nivada2 Historis Pergerakan Mahasiswa Membedah sejarah pergerakan mahasiswa di Aceh tentu tak terlepas kondisi yang berpihak kala itu. Mengapa saya berkata sepeti itu. Jelas nilai sebuah keadaan yang mendongkrak keberhasilan aktivis era 80-an hingga era 98-an. Berbicara teori kemajuan tidak hanya tercipta dari proses dialektika – dielektika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=12&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:16pt;">Bedah Pergerakan Mahasiswa Aceh<sup>1</sup></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> <strong>**Melalui Media Kampus**</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"><strong>Aryos Nivada<sup>2</sup></strong> <img class="aligncenter size-medium wp-image-11" title="bang-arios-dsc02805" src="http://ppmiaceh.files.wordpress.com/2009/03/bang-arios-dsc02805.jpg?w=236&#038;h=300" alt="bang-arios-dsc02805" width="236" height="300" /><span id="more-12"></span><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><strong>Historis Pergerakan Mahasiswa</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Membedah sejarah pergerakan mahasiswa di Aceh tentu tak terlepas kondisi yang berpihak kala itu. Mengapa saya berkata sepeti itu. Jelas nilai sebuah keadaan yang mendongkrak keberhasilan aktivis era 80-an hingga era 98-an. Berbicara teori kemajuan tidak hanya tercipta dari proses dialektika – dielektika pikiran manusia tetapi didukung keadaan yang berpihak saat itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pergerakan Mahasiswa di Aceh, bahkan seluruh dunia kacamata berpikir  saya beranjak serta mengawali melalui pemahaman intelektual kaum proletar bersinergis dengan intelektual organik yaitu mereka yang secara organik muncul dari setiap kelas yang tertindas atas kekuasaan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kala itu era 80 –an dan 98 –an kesadaran pergerakan mahasiswa sangat kental karena masa itu mereka memiliki konsep apa yang akan diperjuangkan, kepada siapa mereka menentang, dan untuk siapa mereka berjuang. Mengkaji secara objekti kondisi pergerakan mahasiswa saat ini mengalami keterpurukan. Karena tidak ada sebuah itikad atau pemikiran untuk melakukan transformasi intelektual dari mereka yang kenyang akan pengalaman dan pengetahuan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="ES">Dulu jelas pergerakan mahasiswa memiliki tujuan perjuangan antara lain referendum, turunkan sembako, dan tarik militer di Aceh, dan hilangkan budaya pelanggaran HAM. Empat hal itu yang menyatukan kekuatan serta solidnya pergerakan. Membongkar kondisi kekinian telah menunjukan mahasiswa terparsialkan tanpa tujuan dan konsep yang jelas. Lalu dibenak pikiran saya bertanya siapa yang patut disalahkan?. Apakah kaum aktivis pergerakan yang tidak melakukan kewajiban regenerasi pikiran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="ES">Aktivis mahasiswa telah menjadi roda penyeimbang dalam kancah kehidupan masyarakat Aceh. Historis menunjukan kaum mahasiswa di Aceh telah menjadi kekuatan besar yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Terbukti momentum referendum menjadi salah satu ukuran keberhasilan pergerakan mahasiswa masa itu. Siapa sangka 2 juta komponen masyarakat sipil bersatu menuntut referendum, bahkan Thailand yang bergerakan sipil bagus belajar ke Aceh, keberhasilan mahasiswa lagi menumbangkan rezim Suharto sehingga momentum itu dikenal dengan sebutan reformasi 1999 serta dapat mengkristalkan pilihan hidup masyarakat Aceh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Intinya mahasiswa sebagai motor pembaharuan, karena mahasiswa memiliki posisi strategis yaitu kaum berintelektual (Agent of change and social control – red). Mahasiswa tetap kritis untuk melakukan fungsi kontrol sosial menjadi penting untuk terus dilakukan. Menjadikan mahasiswa untuk terus berposisi sebagai agen perubahan adalah salah satu syarat perubahan dan perbaikan tatanan kehidupan secara terus menerus dan mengikuti zaman. <span lang="ES">Bila amanah itu hanya menjadi symbol saja di dalam dirinya, maka akan terjadi preseden buruk bagi generasi mendatang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="ES">Timbul pertanyaan mendasar. Apakah selalu kaum mahasiswa selalu menggunakan pola – pola aksi demostrasi fisik dan berhadapan dengan penguasa dalam menyampingkan aspirasi dari hak rakyat yang termarginalkan?. Selanjutnya berapa banyak korban jiwa lagi harus dipertaruhkan (menjadi tumbal – red) untuk tujuan yang diyakinkan pro rakyat?. Adakah solusi serta alternative apa yang mungkin digunakan mencapai tujuan mulianya?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Bahkan saya terinspirasi oleh Sun Tzu ksatria Cina tahun 500 S.M. dalam bukunya The Art of War mengatakan <em>&#8220;attaining one hundred victories in one hundred battles is not the pinnacle of excellence. Subjugating the enemy&#8217;s army without fighting is the true pinnacle of excellence.&#8221;</em> Singkat seninya – bagaimana mencapai tujuan &amp; musuh kalah tanpa bertempur dan berkorbanan secara fisik! ya solusinya melalui <em>teknik information warfare &amp; psychological warfare </em>berbasiskan membuat media alternative serta membangun jaringan dengan komponen masyarakat sipil di Aceh.menjadi salah satu barangkali kunci menghidupkan pergerakan mahasiswa kembali yang telah lama mati suri.</p>
<p><strong>Media Kampus Alat Perjuangan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Solusi alternative tersebut bertujuan mengembangkan daya kritis yang mengerti akan hak – hak dasar. Wadahnya membentuk unit kegiatan mahasiswa pers kampus sehinnga media alternative bentuk sederhana yang memungkinkan fungsi penyeimbang terus di emban tanpa perlu mengorbankan kaum intelektual muda dalam proses pencapaian tujuan-nya karena harus secara fisik berhadapan dengan permasalahan yang cenderung memarginalkan mahasiswa itu sendiri. Pencetusan media jurnalistik di kampus secara mandiri dimotori kaum intelektual muda menjadi landasan kuat dalam mencerdasakan cara pandang dan berpikir mahasiswa melalui penulisan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Metode penerbitan koran&amp;tabloid dikalangan kampus melalui wadah/organisasi UKM Pers bukan bagi metode baru sebagian kampus di Aceh khususnya dan Indonesia secara umum telah melakukannya. Bila kemampuan jurnalistik telah tertempah dikalangan mahasiswa, maka tanpa sadar dirinya akan memperjuangkan hak – hak dasar berbentuk tulisan opini, artikel, dan berita. Bila dibina secara simultan harus dibarengi strategi regenerasi. Langkah selanjutnya berupa membuat koran-koran ini menjadi sebuah kesatuan aksi dalam jaringan informasi memanfaatkan infrastruktur yang ada serta bersinergisitas dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM – red) guna mengetahui issue – issue lingkungan, politik, ham, kepemerintahan, dan gender mainstreaming.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Berbagai aktifitas yang dilakukan serta buah fikir dari mahasiswa yang kreatif dan membangun dipandang penting untuk diketahui oleh mahasiswa yang lain. Begitu juga dengan berbagai aktifitas yang dilakukan oleh penggerak aktifitas sosial serta berbagai komponen lain diluar kampus serta berbagai fenomena yang terjadi diluar, menjadi penting untuk diketahui oleh kalangan kampus. Karena selain melakukan aktiftas pendidikan dan penelitian, mahasiswa juga dituntut untuk melakukan pengabdiannya di masyarakat sebagai wujud dari aktualisasi <em>tri darma perguruan tinggi</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Para mahasiswa yang memiliki bakat menulis juga memiliki wadah untuk mengembangkan dirinya, berbagai ide perubahan yang ada dikalangan kampus bisa tersampaikan dengan lebih luas, serta juga akan menjadi tempat tukar fikiran dan pengalaman antara sesama insan kampus serta dengan komunitas diluarnya.[]AN</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em>Tulisan ini pernah dimuat pada Tabloid Lensa</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=12&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/03/14/bedah-pergerakan-mahasiswa-aceh1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ppmiaceh.files.wordpress.com/2009/03/bang-arios-dsc02805.jpg?w=236" medium="image">
			<media:title type="html">bang-arios-dsc02805</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuja Cinta, Tinggalkan Cinta</title>
		<link>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/03/13/pemuja-cinta-tinggalkan-cinta/</link>
		<comments>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/03/13/pemuja-cinta-tinggalkan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 19:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppmiaceh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppmiaceh.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Cinta&#8230;??!! Adalah membayangkan kebahagiaan Adalah mengingat satu kecupan manis Dalam debaran hati tak menentu Dalam dekapan jiwa bergelora Cinta&#8230;??!! Adalah hal yang berlawanan Kebahagiaan dan penderitaan Para-para pemuja cinta Meninggalkan kekasihnya Pengertian terabai jadi tuntutan Para-para pemuja cinta Pergi berlalu dalam kedinginan Antara kecewa dan bahagia Kecewa atas waktu yang terbuang Bahagia lepas dari belenggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=5&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Cinta&#8230;??!!</p>
<p style="text-align:center;">Adalah membayangkan kebahagiaan</p>
<p style="text-align:center;">Adalah mengingat satu kecupan manis</p>
<p style="text-align:center;">Dalam debaran hati tak menentu<span id="more-5"></span></p>
<p style="text-align:center;">Dalam dekapan jiwa bergelora Cinta&#8230;??!!</p>
<p style="text-align:center;">Adalah hal yang berlawanan</p>
<p style="text-align:center;">Kebahagiaan dan penderitaan</p>
<p style="text-align:center;">Para-para pemuja cinta</p>
<p style="text-align:center;">Meninggalkan kekasihnya</p>
<p style="text-align:center;">Pengertian terabai jadi tuntutan</p>
<p style="text-align:center;">Para-para pemuja cinta Pergi berlalu dalam kedinginan</p>
<p style="text-align:center;">Antara kecewa dan bahagia</p>
<p style="text-align:center;">Kecewa atas waktu yang terbuang</p>
<p style="text-align:center;">Bahagia lepas dari belenggu Ah, Cinta…??!!</p>
<p style="text-align:center;">Pergolakkan anak manusia</p>
<p style="text-align:center;">Cinta yang menuruti jaman</p>
<p style="text-align:center;">Para-para pemuja cinta</p>
<p style="text-align:center;">Telah lama tinggalkan rentang remaja</p>
<p style="text-align:center;">Cinta adalah cinta Cinta ku, cinta mu</p>
<p style="text-align:center;">Tak ada jalan menyebut Itu cinta kita, lagi</p>
<p style="text-align:center;">Taukah kau,,?</p>
<p style="text-align:center;">Bertahun lamanya hidup dalam cinta</p>
<p style="text-align:center;">Lalu ku henti sesaat</p>
<p style="text-align:center;">Bertemu dia yang aku sebut impian hati</p>
<p style="text-align:center;">Lalu berjumpa dengan mu</p>
<p style="text-align:center;">Menjadi tamu di hati ku</p>
<p style="text-align:center;">Mencoba tuk mengerti</p>
<p style="text-align:center;">Ku nikmati juga</p>
<p style="text-align:center;">Akhirnya ku tau isi hati</p>
<p style="text-align:center;">Tak semua yang terimpi datang menghampiri</p>
<p style="text-align:center;">Tak semua hayalan harus terinstruksi</p>
<p style="text-align:center;">Begitu juga aku, kau</p>
<p style="text-align:center;">Atau mereka yang kita sebut teman</p>
<p style="text-align:center;">Ku simpan satu pertanyaan saat ku cumbui dirimu</p>
<p style="text-align:center;">Ku berikan pertanyaan itu</p>
<p style="text-align:center;">Dikala engkau, entah dengan siapa</p>
<p style="text-align:center;">Layakah dirimu menjadi kekasih ku</p>
<p style="text-align:center;">Dimana kekasih-kekasih ku</p>
<p style="text-align:center;">Diantara kekasih-kekasih ku</p>
<p style="text-align:center;">Aku mengatakan cinta pada kekasih ku</p>
<p style="text-align:center;">Sama dengan mereka berkata cinta pada kekasih mereka</p>
<p style="text-align:center;">Aku mencintai kekasih ku Itu berbeda dengan cara mereka mencintai kekasih mereka</p>
<p style="text-align:center;">Aku tak sama dengan mereka</p>
<p style="text-align:center;">Mereka jangan kau anggap aku</p>
<p style="text-align:center;">Dan aku jangan kau anggap mereka</p>
<p style="text-align:center;">Para-para pemuja cinta</p>
<p style="text-align:center;">Telah meninggalkan kekasihnya</p>
<p style="text-align:center;">Di malam gelap berjalan dalam lorong-lorong gelap</p>
<p style="text-align:center;">Seberang jalan sana ada cahaya lampu neon</p>
<p style="text-align:center;">Karna kekasihnya tak layak menjadi kekasihnya</p>
<p style="text-align:center;">Aku juga para-para pemuja cinta</p>
<p style="text-align:left;">INAS.OOS</p>
<p style="text-align:left;">BNA, 29 Jan ‘07</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppmiaceh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppmiaceh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppmiaceh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppmiaceh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppmiaceh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppmiaceh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppmiaceh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppmiaceh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppmiaceh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppmiaceh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppmiaceh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppmiaceh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppmiaceh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppmiaceh.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppmiaceh.wordpress.com&amp;blog=6933913&amp;post=5&amp;subd=ppmiaceh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppmiaceh.wordpress.com/2009/03/13/pemuja-cinta-tinggalkan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e66dcf4377407504d06ce439951df6fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ppmiaceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
